Unduh aplikasi untuk melihat deskripsi lengkap karya ini.
Kota Tianhai, Rumah Sakit Rakyat Pertama.
Saat ini, sekelompok pakar berseragam putih tengah berdiskusi dengan wajah tegang. Kadang-kadang suara mereka meninggi, kadang mereka hanya bisa menggelengkan kepala dan menghela napas. Demi satu penyakit yang mereka hadapi saat ini, sudah tiga hari tiga malam mereka tak memejamkan mata.
“Direktur Zhang, ini menyangkut keselamatan Tuan Xuan. Kita harus segera mengambil keputusan.”
Seorang pakar berkulit gelap dengan mata yang tampak lelah berbicara dengan nada penuh ketegangan.
Begitu nama Tuan Xuan disebut, semua wajah menjadi lebih serius. Dulu, Tuan Xuan adalah pejabat tinggi di Kota Tianhai. Sekali ia menghentakkan kaki, seluruh wilayah Utara bisa bergetar. Meski sudah pensiun, keluarga Xuan tetap menjadi kekuatan besar di kota ini, pengaruhnya luas tak terhingga.
“Aku juga tahu, tapi penyakit ini sungguh tak biasa. Tuan Xuan sudah koma selama enam hari, demamnya tak kunjung turun, dan infeksi di rongga dadanya bisa segera mengancam nyawa. Ini jelas bukan sekadar flu biasa,” kata Direktur Zhang dengan wajah tegas, sambil mengelus dagunya dan menghela napas.
Siapa pun yang bisa hadir dalam rapat ini bukanlah orang sembarangan, semuanya pakar ternama. Hal ini saja sudah membuktikan betapa pentingnya kasus Tuan Xuan.
Jika berhasil menyelamatkan, nama akan kian harum. Jika gagal, masalah tak akan habis, bahkan nyawa bisa jadi taruhannya.
Semua orang mengernyitkan dahi, mondar-mandir di depan ranjang Tuan Xuan, sesekali melirik laporan pemeriksaan di tangan, tetap saja belum mampu me