Bab 49: Lomba Berkuda
Lin Bei tersenyum dingin dan berkata, "Kau yakin tidak ada?"
Pemuda berjas putih itu tertawa riang, "Hanya ingin kenalan saja. Lagi pula, bisa mengenal kami adalah sebuah keberuntungan baginya."
Sudut bibir Lin Bei sedikit berkedut, lalu berkata, "Kalian minggir tidak!"
"Dia adalah bawahanku. Jika kalian mengganggunya lagi, aku tidak akan segan-segan pada kalian!"
Pemuda berjas putih itu tiba-tiba tertawa, "Bocah sialan, apa kau sudah gila?"
"Apakah seluruh pakaian di badanmu jika ditotal bernilai dua ratus rupiah pun tidak sampai? Beraninya mengaku sebagai bos dari wanita cantik ini?"
"Kenapa aku tidak bisa menjadi bosnya?" Lin Bei masih merasa sedikit bingung. "Dia ada di sini, bukankah tinggal kau tanyakan saja padanya?"
Pemuda berjas putih itu seketika terdiam oleh kalimat tersebut, tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun untuk waktu yang lama.
Lin Bei mendengus mencemooh, "Menurutku bahkan seorang disabilitas mental pun tahu apa yang harus dilakukan."
"Apa mungkin kau, seorang tuan muda kaya raya, bahkan lebih bodoh daripada seorang disabilitas mental?"
Pemuda berjas putih itu menjadi marah besar, "Percaya atau tidak, aku akan menghajarmu babak belur sekarang, lalu melemparmu keluar!"
Tiga atau empat pengikut di belakangnya juga ikut mengepung, menyingsingkan lengan baju mereka dengan sangat angkuh.
"Hanya begitukah kapasitasmu?"
Lin Bei justru tiba-tiba tersenym. "Ketika kehabisan kata-kata, mulailah menggunakan ancaman fisik."
Pemuda berjas putih itu mendadak teringat siapa yang mengadakan acara kali ini, sehingga untuk sementara ia tidak ingin membuat keributan di sini. Oleh karena itu, ia mengubah cara lain, "Mengesampingkan hal itu, bocah sialan berandalan sepertimu, apa kau benar-benar tahu apa itu pacuan kuda?"
"Kau yakin bisa menunggangi kuda?"
"Wanita cantik ini mengikutimu benar-benar hanya buang-buang waktu! Lebih baik ikut bersenang-senang dengan kami saja!"
Lin Bei tersenyum dingin. "Aku ini sebenarnya punya cukup banyak kelebihan, misalnya, aku cukup cepat dalam mempelajari sesuatu."
"Ini kan cuma menunggang kuda, aku tinggal mempelajarinya saja."
"Lagi pula, Nona ini mau pergi bersama siapa adalah kebebasannya sendiri, apa urusannya kalian ikut campur berceloteh?"
Ucapan Lin Bei membuat pemuda berjas putih itu marah, "Karena kau begitu hebat, perlihatkan pada kami kalau begitu!"
"Jangan-jangan kau sebenarnya tidak punya uang, dan hanya menumpang masuk bersama wanita cantik ini!"
Yue Qingyi juga mengernyitkan alisnya. "Dia memang bosku."
Pemuda berjas putih itu tertawa senang, "Berapa banyak uang yang diberikan anak ini padamu? Aku akan membayarmu dua kali lipat, bagaimana kalau ikut dengan perusahaan atau diriku?"
Meskipun Yue Qingyi tidak memiliki banyak pengalaman sosial, ia tetap bisa melihat bahwa pemuda berjas putih itu murni memiliki niat menjijikkan.
Ia mengerutkan keningnya erat-erat lalu berkata, "Aku sudah menjadi bawahannya, tidak mudah bagiku untuk mencari bos lain."
Mengesampingkan hal-hal lain, kebaikan Lin Bei yang telah menalangi uang sebesar dua puluh ribu yuan untuknya saja sudah membuat Yue Qingyi enggan untuk mengganti orang.
Terlebih lagi, pemuda kaya itu jelas-jelas berniat buruk.
"Apakah kalian memiliki hubungan khusus?"
Pemuda berjas putih itu menarik sudut bibirnya membentuk senyuman yang ia anggap sempurna, lalu berkata, "Cantik, jika dia memegang atau mengambil sesuatu darimu, kau tidak perlu terlalu khawatir. Meskipun aku bukan berasal dari keluarga konglomerat besar, aku tetap memiliki pengaruh di wilayah Jiangling ini."
"Katakan saja padaku jika ada masalah."
Yue Qingyi menggelengkan kepala, "Benar-benar tidak ada apa-apa."
Pemuda berjas putih itu masih belum menyerah, "Cantik, setidaknya berikan aku nomor kontaknya."
Lin Bei tertawa geli. "Sebenarnya apa sih yang ingin kau sampaikan? Jika tidak ada urusan penting, aku mau mengajak bawahanku pergi menunggang kuda."
"Bukankah tadi kau bilang bisa belajar menunggang kuda dengan cepat?"
Pemuda berjas putih itu tersenyum dingin, "Kalau begitu, kenapa kita tidak bertanding saja? Jika kemampuan berkudaku lebih baik darimu, kau harus memberikan nomor kontak wanita cantik ini kepadaku."
Lin Bei dibuat tertawa, "Kau ini benar-benar kurang kerjaan ya!"
"Tapi boleh juga, aku sedang ingin meladeni kalian!"
Lin Bei lantas membawa Yue Qingyi ke sana untuk bersiap memilih kuda.
Pemuda berjas putih dan kawan-kawannya mengikuti dari belakang dengan senyuman sinis.
Tempat ini bukanlah tempat bermain anak-anak, dan tidak ada kuda kecil di sini.
Bahkan kuda betina yang jinak sekalipun tidak akan bisa langsung dikuasai oleh orang biasa dalam sekejap.
Lin Bei yang baru pertama kali datang pasti akan mempermalukan dirinya sendiri.
Setelah Lin Bei memilih seekor kuda, seorang pelatih berkuda mendekat dan bertanya, "Tuan ini, apakah ini pertama kalinya Anda menunggang kuda?"
Lin Bei menjawab dengan santai, "Betul."
Pelatih berkuda itu tampak ragu-ragu, "Jika Anda ingin mencoba menunggang kuda, sebaiknya kenakan perlengkapan pelindung, jika tidak, Anda bisa terluka."
"Kuda yang Anda pilih ini termasuk jenis yang karakternya cukup beringas, jadi sebaiknya..."
Lin Bei langsung memotong perkataan orang itu, "Tidak perlu bilang sebaiknya ini itu."
Kemampuan yang kumiliki bisa kupercaya.
Pelatih berkuda itu hampir tidak tahu harus berkata apa lagi, namun demi profesionalismenya, ia tetap mengerutkan kening dan berkata, "Tuan, jika Anda bersikeras... sebaiknya Anda membeli asuransi."
Lin Bei menggelengkan kepala, "Tidak perlu."
Sementara itu, beberapa pemuda kaya di sana mulai menertawakan Lin Bei:
"Kau yakin?"
"Jangan terlalu melawak!"
"Kau benar-benar yakin tidak perlu?"
"Apa jangan-jangan kau tidak punya uang untuk beli asuransi?"
Lin Bei sama sekali tidak memedulikan ejekan mereka. Dengan gerakan gesit, ia langsung melompat ke atas pelana kuda.
Tadi ia juga sempat melihat banyak joki menunggang kuda. Meskipun Lin Bei tidak sepenuhnya paham tata caranya, ia tetap bisa menirunya delapan puluh persen.
Melihat gerakan Lin Bei yang begitu tangkas, pelatih itu merasa sedikit terkejut di dalam hatinya.
Orang ini ternyata punya bakat juga!
Kelihatannya dia pernah belajar ilmu bela diri sebelumnya!
Setelah Lin Bei naik ke atas kuda, para pemuda kaya itu mendadak menghentikan ejekan mereka dan tidak banyak bicara lagi.
Namun, Lin Bei mencoba mengibas-ngibaskan cambuk kudanya.
Gerakannya itu seketika membuat para pemuda kaya tadi tertawa terbahak-bahak.
Kuda itu bahkan belum ditenangkan dengan benar, tapi sudah langsung dicambuk secara tiba-tiba, bukankah itu sama saja dengan mencari mati?
Dan tebakan mereka tidak meleset, Lin Bei memang tidak berhasil "mengendalikan" kuda tersebut.
Kuda itu mendadak bertingkah seperti ketakutan dan langsung berlari kencang menerjang ke depan.
Sebelum tawa para pemuda kaya itu sempat berhenti, mereka tiba-tiba menyadari satu hal yang membuat mereka merasa sangat ngeri.
Kuda liar yang tak terkendali itu berlari ke arah tempat mereka berdiri!
Sementara itu, Lin Bei duduk dengan sangat kokoh di atas punggung kuda, sama sekali tidak terlihat terguncang, seolah-olah ia sudah menyatu dengan kuda tersebut!
Keringat dingin mulai membasahi dahi para pemuda kaya itu. Salah satu dari mereka buru-buru berteriak, "Lari!"
Teriakan itu seolah menjadi tombol pemicu. Beberapa pemuda kaya bersama lima atau enam pengikut mereka langsung berlari kencang menyelamatkan diri ke segala arah demi menghindari kuda yang tampak beringas itu.
Di sisi lain, Zhao Yan tidak bisa menahan diri untuk tidak menutup mulutnya sambil tersenyum.
Ia tahu betul bahwa Lin Bei adalah seorang "pendekar silat".
Menjinakkan kuda liar semacam itu tentu saja bukan masalah besar baginya. Apa yang dilakukannya tidak lain adalah ingin memberi pelajaran kepada para pemuda sombong tersebut.
Bagaimanapun, para pemuda kaya di sana tampaknya juga menyadari sesuatu. Sambil berlari tunggang langgang menutup kepala, mereka berteriak-teriak:
"Cepat singkirkan kuda ini!"
"Mana petugas keamanannya? Di mana petugas keamanan!"
Lin Bei tertawa kecil, bahkan sengaja menggunakan sedikit trik untuk mengarahkan kuda guna mengejar kelompok orang tersebut, membuat mereka lari tunggang langgang dalam kondisi babak belur yang menyedihkan!