Bab Seratus Tiga Puluh: Persiapan Matang
Saat Chen Yingying sedang merias wajah, Lu Song melakukan sebuah panggilan telepon, lalu menunggu di dalam ruangan.
Di Dongcheng, tepat di depan kantor Perusahaan Ruixue, Wang Xin dan Wang Hu saling berpandangan.
"Aku bilang, kau tidak sedang sakit, kan? Aku bukan wanita cantik, untuk apa kau menatapku seperti itu?" Wang Xin mendelik ke arah Wang Hu.
"Bukan begitu, Ketua. Aku hanya ingin bertanya, apakah masalah ini bisa aku tangani sendiri? Anda tahu sendiri bagaimana kecerdasanku."
"Kalau menangkap orang saja kau tidak becus, akan kuhabisi kau." Wang Hu memperagakan gerakan mencengkeram. "Aku masih punya banyak urusan yang harus diselesaikan, jadi masalah ini sepenuhnya kuserahkan padamu."
"Kalau begitu, aku mengerti." Wang Hu tersenyum polos.
Panggilan telepon dari Lu Song tadi ditujukan kepada Wang Xin. Alasan mengapa ia tidak langsung menghubungi Wang Hu adalah karena reaksi pria itu yang sering tidak bisa ditebak.
Perjalanan dari Beigang ke Dongcheng memakan waktu sekitar empat jam, itu pun dengan kecepatan tinggi. Selama perjalanan, Chen Yingying terus bersandar di bahu Lu Song dengan manja.
"Sebenarnya Lu Song, tidakkah kau ingin bertanya padaku tentang Xu Liang?"
"Xu Liang?" Lu Song tertegun sejenak, lalu tersadar, "Kalau kau mau cerita, tentu lebih baik. Kalau tidak, aku juga tidak akan bertanya."
"Bodoh, aku sedang membantumu. Xu Liang itu selalu melawannmu. Siapa pun yang melawannmu, ingin kuhabisi, sama seperti saat aku berurusan dengan Wang Qingqing."
Kata-kata berikutnya membuat Lu Song bergidik ngeri. Di benak gadis ini, apakah membunuh orang semudah itu?
"Aku tahu kau punya masalah dengan Wang Qingqing sebelumnya, dan belakangan dia bersekongkol dengan Xu Liang untuk berniat jahat. Jadi, aku melakukan ini untuk membalaskan dendammu!"
"Kalau begitu, terima kasih banyak."
Apa lagi yang bisa dikatakan Lu Song? Karena gadis itu ingin bermain peran, ia akan meladeninya saja.
"Aku sudah merencanakannya. Setelah urusan Qiu Wanyue selesai, kita akan mengambil alih Perusahaan Ruixue secara resmi. Saat itu, kau akan jadi direktur utama, dan aku akan menjadi sekretarismu," ujar Chen Yingying merayu.
"Kurasa jangan, sebaiknya kau saja yang jadi direktur utama."
"Tidak bisa, kau tahu aku suka bermain-main. Harus kau yang menjabat."
Karena terburu-buru, sopir taksi memilih jalan pintas. Saat melewati jalan setapak di pinggiran kota, sopir itu mengerem mendadak hingga hidung Chen Yingying terbentur.
"Kau bodoh atau buta? Mau mati ya?" maki Chen Yingying sambil mengusap hidungnya.
Begitu sopir menarik rem tangan, tiga orang muncul dari arah depan kendaraan. Mereka memakai stoking penutup kepala, kacamata hitam, dan berpakaian aneh. Salah satu dari mereka mengeluarkan sebilah parang dan langsung menghantam pelindung depan kendaraan.
"Prak!" Retakan pun muncul.
Sopir itu mengangkat kedua tangannya ke atas kepala dan gemetar, "Tuan-tuan, kalian mau merampok uang atau mobil?"
Pria itu tidak menjawab, melainkan menghantam bahu belakang sang sopir. Pandangan sopir itu langsung gelap dan ia pun pingsan.
Chen Yingying menatap ketiga orang itu, lalu bertanya, "Kalian sebenarnya siapa? Apa yang kalian inginkan?"
Pria berparang itu tertawa terbahak-bahak, lalu menerjang dan menjambak rambut Chen Yingying. Dengan sigap, ia mengikat tangan gadis itu menggunakan sabuk, melepas kaus kaki dari sepatunya, dan menyumpal mulut Chen Yingying.
Tidak jelas bagaimana aroma kaus kaki itu, tetapi dari ekspresi Chen Yingying, ia tampak seperti hampir tercekik.
"Apa sebenarnya yang kalian inginkan?" Lu Song keluar dari mobil dan menunjuk pria berparang itu, "Lepaskan pacarku, kalau berani hadapi aku saja."
Pria berparang itu tertawa lagi, lalu melumpuhkan Lu Song dengan cara yang sama seperti terhadap sopir tadi. Kemudian, ia menghampiri Chen Yingying dan meletakkan tangannya di bahu gadis itu.
Chen Yingying mulai merasa takut. Jalanan ini sepi, benar-benar tidak ada tempat untuk meminta tolong.
"Apakah kau masih perawan?" tanya pria itu, lalu menoleh ke arah dua rekannya, "Kalian berdua, lucuti pakaiannya dan periksa. Kalau masih perawan, simpan untukku. Kalau tidak, silakan kalian pakai sendiri."
Chen Yingying yang semula ketakutan kini semakin gemetar. Ia meronta ingin bicara, tetapi mulutnya yang tersumpal membuatnya tersedak hingga matanya berair.
Pria berparang itu mengambil ponsel dari saku Chen Yingying, lalu memberi isyarat. Kedua rekannya menyeret Chen Yingying ke hutan kecil di dekat sana...
Setelah mereka pergi, pria berparang itu menghampiri Lu Song dan menariknya berdiri, "Bos, kau tidak apa-apa?"
Lu Song mengusap tengkuknya dan berkata, "Menurutmu? Kalau kau tambah sepuluh persen lagi tenagamu, mungkin aku sudah harus melapor ke malaikat maut. Bisa tidak jangan terlalu kasar?"
"Tidak sampai begitu... aku tadi hanya menggunakan sepuluh persen tenaga."
"Di mana Kak Wang Xin? Kenapa kau yang datang?" Lu Song bangkit dan menepuk debu di pakaiannya.
"Dia bilang ada urusan!" Wang Hu melepas stoking dari kepalanya, "Sepertinya sangat penting, aku juga tidak bertanya."
"Hmm." Lu Song mengambil ponsel Chen Yingying, "Nanti bawa Chen Yingying ke Dongcheng, cari tempat yang aman dan kurung dia di sana. Jangan lepaskan sampai ada perintah dariku."
"Bagaimana kalau dia lapar? Apa harus diberi makan dan minum? Lalu, bagaimana kalau dia ingin buang air?"
Lu Song yang tadinya ingin pergi tertegun mendengar pertanyaan Wang Hu, "Pertanyaanmu benar-benar membuatku pusing. Lakukan saja sesukamu!"
"Mengerti!"
Setelah Lu Song masuk ke mobil, ia mengirim pesan singkat kepada Chen Kang menggunakan ponsel Chen Yingying, lalu berkendara kembali ke Dongcheng.
Setibanya di Dongcheng, Lu Song langsung menemui Chen Kang di Chengdu Finance.
Di dalam kantor, selain Chen Kang, ada seorang wanita lain. Wanita itu berusia sekitar tiga puluh lima tahun, mengenakan sepatu hak tinggi hitam dan stoking warna kulit. Tubuhnya ramping dan ia memakai riasan tebal.
Ia memberikan kesan yang sangat menggoda, tipe wanita yang membuat pria ingin segera menaklukkannya.
Chen Kang memperkenalkan wanita itu kepada Lu Song sebagai Bai Jingjing, wakil direktur bank di Chengdu Finance.
Bai Jingjing menjabat tangan Lu Song dengan sopan, lalu mundur ke samping.
"Xiao Song, Yingying sudah meneleponku. Aku senang kalian bisa akur. Aku sebenarnya ingin kalian lebih lama menghabiskan waktu, tapi apa boleh buat, ada urusan yang lebih penting untuk diselesaikan!"
"Aku mengerti, Paman Chen. Aku akan menyelesaikan masalah ini."
"Paman percaya pada kemampuanmu."
Keduanya tidak banyak bicara karena rencana sudah dibahas oleh Chen Kang kemarin. Saat hendak pergi, Lu Song melirik wanita bernama Bai Jingjing itu. Ia merasa wanita ini tidak biasa.
Setelah keluar dari Chengdu Finance, Lu Song langsung menuju Perusahaan Ruixue. Saat ini perusahaan dalam keadaan setengah tutup, sebagian besar staf inti sudah pergi, dan personel yang tersisa sangat sedikit.
Lu Song mencari Chen Wen dan berbisik beberapa patah kata padanya.
Setelah mendengar, Chen Wen mengangguk berulang kali, "Semua sudah siap, tinggal menunggu kapan kau ingin beraksi."
"Baik, kau tetaplah di sini dan tunggu perintah. Sekarang aku akan menemui Direktur Qiu!"
"Baik, aku akan mengikuti pengaturanmu."
Setelah berpesan pada Chen Wen, Lu Song pergi. Saat keluar dari pintu perusahaan, ia bersiul. Semuanya memang sudah siap, namun persiapan itu adalah milik pihaknya sendiri.
Dua puluh menit kemudian, Lu Song tiba di vila. Qiu Wanyue berdiri di depan pintu vila, mengenakan rok setelan biru dan sepatu hak tinggi dengan senyum merekah di wajahnya.
"Katakan, apakah kau begitu senang? Apa kau merasa aktingmu tadi sangat seru?" Lu Song menghela napas, "Kau tahu, kau benar-benar melukai hatiku, aku sampai ingin minum teh bersama malaikat maut."
Qiu Wanyue berjalan menghampiri Lu Song sambil tertawa, "Begitu rapuh ya? Tapi aku penasaran, bagaimana kau bisa jadi sepintar ini? Aku sudah memukul dan memarahimu, apa kau tidak kesal padaku?"
"Setelah masalah ini selesai, aku akan menghukummu dengan benar."
"Baru bicara sedikit saja kau sudah berani ya?" Qiu Wanyue mencubit telinga Lu Song sambil tersenyum, "Sepertinya kau memang ingin telingamu dijewer."
Lu Song menangkap tangannya dan ikut tersenyum, "Mungkin saja. Tapi Direktur Chen bilang, semua sudah siap. Peralatan-peralatan miliknya sudah diangkut ke dekat pintu perusahaan. Barang-barang palsu dari produksi terakhir semuanya ada di tangan Chen Kang. Bagaimana kau akan menanganinya?"
"Bukankah kau pintar? Mengapa tiba-tiba jadi bodoh?" Qiu Wanyue mendorong Lu Song dan bersedekap dengan penuh kemenangan, "Kali ini, lihat saja bagaimana kakak sepupumu ini bertindak."