Bab 70: Lahir Kembali
Di perjalanan, Lin Chuxue bertanya, "Bagaimana kalau kita membawa satu orang lagi?"
Jiang Ye menoleh, "Siapa yang mau kamu ajak?"
Lin Chuxue menjawab, "Xinyan. Aku tahu hubungan kalian tidak terlalu baik, tapi... selama beberapa tahun ini dia sangat membantuku. Kalau bukan karena dia waktu itu, mungkin aku akan kesulitan untuk bertahan di Lingnan."
Jiang Ye mengangguk, "Baiklah, ajak saja dia."
Jiang Ye bukan tipe orang yang suka memperbesar masalah sepele. Perselisihan kecilnya dengan Chen Xinyan sudah lama ia lupakan. Terlebih lagi, jika Chen Xinyan pernah menolong Lin Chuxue, bahkan bila sikapnya pada Jiang Ye lebih buruk, ia tetap bisa memakluminya.
Terlalu banyak hutang budi yang ia tanggung pada Lin Chuxue.
Lin Chuxue pun langsung menelepon Chen Xinyan.
Mendengar undangan untuk ikut dalam pertemuan itu, Chen Xinyan tentu saja tidak menolak dan mengatakan akan menunggu mereka di Zhongtian International untuk bertemu.
Saat hampir sampai, Lin Chuxue menunjuk ke arah sebuah pusat perbelanjaan, "Berhenti dulu di mal itu, aku mau membeli sesuatu."
Jiang Ye mencari tempat parkir, lalu mereka berdua masuk ke dalam mal. Lantai pertama dipenuhi barang elektronik dan perhiasan emas dan perak, namun Lin Chuxue langsung menuju lantai dua ke bagian pakaian pria.
Sepanjang lorong, di depan sebuah toko jas khusus merek Armani, Lin Chuxue berhenti dan masuk ke dalam.
Jiang Ye sempat kebingungan, apakah ia akan dibelikan pakaian?
Ternyata Lin Chuxue sudah mulai serius memilih. Ia memperhatikan jas-jas yang tergantung di dinding, lalu melirik Jiang Ye, tangannya mengukur di udara. Setelah beberapa saat, ia meminta pelayan mengambil satu set jas dan menyerahkannya pada Jiang Ye.
"Coba pakai yang ini, ya?"
Di situasi seperti ini, Jiang Ye merasa seperti seorang pria yang dimanjakan wanita kaya, dan ia pun menuruti saja, membawa jas itu masuk ke ruang ganti.
Satu menit kemudian, ia keluar. Melihat Jiang Ye yang kini rapi dengan jas, mata Lin Chuxue langsung berbinar.
Benar kata pepatah, pakaian memang bisa mengubah penampilan seseorang. Saat masih mengenakan pakaian kasual yang sederhana, Jiang Ye tampak biasa saja. Namun begitu ia mengenakan jas yang pas di badan, posturnya yang tegap langsung terlihat, garis wajahnya makin tegas, dan seluruh gerak-geriknya memancarkan pesona pria berkelas.
Pelayan wanita di toko itu pun tak dapat menyembunyikan kekagumannya. "Nona, suami Anda benar-benar tampan. Jas ini sangat cocok dengannya."
Pipi Lin Chuxue sedikit memerah, ingin menjelaskan namun urung, lalu bertanya, "Berapa harganya?"
Pelayan menjawab, "Lima belas juta."
Lin Chuxue tertegun sejenak, lalu langsung membayar tanpa ragu.
Perasaan Jiang Ye pun jadi campur aduk.
Pakaian formal yang dikenakan Lin Chuxue sudah jelas sudah dipakai setidaknya tiga tahun; selain sudah usang, di bagian siku pun ada bekas jahitan yang menandakan pernah robek dan diperbaiki.
Selama ini, ia mengatur rumah tangga dengan sangat hemat, bahkan untuk membeli pakaian baru yang murah saja ia enggan, namun tanpa berpikir dua kali rela membelikan Jiang Ye setelan jas seharga belasan juta.
Perempuan ini benar-benar membuat Jiang Ye kehabisan kata-kata.
Jiang Ye tahu, meskipun sebagian alasannya karena balas budi atas bantuan yang ia berikan, tetap saja ia merasa sangat tersentuh.
Tiba-tiba, terdengar suara sinis di dekat mereka, "Gila, perempuan secantik itu, bajunya saja sudah buluk, tapi malah beliin lelaki peliharaan jas semahal itu. Nggak salah pilih orang, tuh? Dasar pria nggak tahu diri, apa istimewanya sih?"
Jiang Ye menoleh. Yang bicara adalah seorang pria gemuk yang tubuhnya begitu besar hingga kancing kemeja jasnya lepas satu.
Dengan senyum mengejek, Jiang Ye menimpali, "Iri ya? Nggak terima ya? Ya sudah, coba lahir lagi. Tapi kali ini jangan salah masuk ke perut babi, siapa tahu kau bisa merasakan jadi pria peliharaan."