Bab 70: Shen Yingying Menantang Song Xi dengan Sengaja
Di atas panggung.
Lima anggota grup ILNP yang tampil menawan melangkah dengan penuh percaya diri. Gaya punk yang kekinian dipadu dengan busana modis, tubuh ramping dan kaki jenjang mereka langsung memancing decak kagum dari para peserta lain.
“Itu kan grup ILNP? Lawan kita ternyata mereka?!”
“Kukira mereka datang sebagai juri hari ini!”
“Mereka sudah artis profesional! Jauh lebih ahli daripada kita, mana mungkin bisa menang?”
Seruan keheranan dari para peserta perempuan dipenuhi nada kecewa dan cemas.
Bagaimanapun, mereka adalah grup perempuan profesional, baik dalam bernyanyi, menari, maupun berakting, semuanya sudah mendapat pelatihan khusus. Membiarkan para amatir seperti mereka berkompetisi melawan profesional, peluang menang hampir tidak ada.
Di tengah bisik-bisik penuh kekhawatiran itu, Song Xi yang duduk di sudut justru tampak tenang. Ia kini berada di urutan 92, kemungkinan besar tidak akan terpilih.
Saat semua orang memusatkan perhatian pada panggung, seberkas tatapan penuh kebencian mengarah padanya. Secara refleks, gadis itu menoleh ke panggung.
Ternyata, saat anggota lain ILNP sedang memperkenalkan diri, Shen Yingying beberapa kali melirik ke arahnya.
Entah mengapa, firasat buruk langsung menyelinap di hati Song Xi...
Setelah perkenalan grup ILNP selesai, tibalah saatnya pengundian. Di dalam sebuah kotak transparan besar, terdapat seratus kertas undian. Siapa saja boleh mengambil satu, nomor yang didapatkan akan menentukan lawan PK mereka.
Sekilas, cara ini terlihat sangat adil. Namun jika ada yang ingin berbuat curang, banyak cara untuk mendapatkan nomor yang diinginkan.
Tiga anggota ILNP pertama tampak sembarang saja memasukkan tangan dan mengambil undian.
“Lawan saya... nomor 36.”
“Nomor 55.”
“Peserta nomor 9.”
Tiga peserta perempuan yang nomornya terpilih langsung terlihat lesu, seperti terong kena embun pagi. Wajah mereka berubah drastis.
Peserta perempuan lain menatap mereka dengan tatapan penuh simpati.
Bagaimana tidak, menang melawan grup profesional seperti ILNP dalam PK? Hampir mustahil.
Kini giliran Shen Yingying. Semua peserta perempuan menahan napas, menatapnya tanpa berkedip. Suasana di arena begitu hening hingga suara jarum jatuh pun terdengar.
Jika yang terpilih adalah anggota ILNP lainnya, mungkin masih ada harapan tipis untuk berjuang. Namun, jika yang terpilih adalah Shen Yingying, itu sama saja dengan vonis mati.
Shen Yingying bukan hanya cantik, kemampuan bernyanyinya juga luar biasa, bahkan telah diakui banyak tokoh besar di dunia musik.
Siapa pun yang harus melawannya hanya bisa pasrah menerima nasib sial.
Saat Shen Yingying mengulurkan tangan untuk mengambil undian, semua peserta perempuan menatap kencang ke kertas kecil di tangan Shen Yingying, dalam hati mereka berdoa:
Jangan biarkan Shen Yingying memilih nomorku!
Kamera menyorot Shen Yingying, tampak ia membuka kertas undian dengan jari-jarinya yang ramping, lalu berbicara ke arah mikrofon.
“Lawan saya adalah—peserta nomor 92.”
Shen Yingying mengumumkannya dengan senyum di bibir.
Song Xi menarik sudut bibir, ternyata firasatnya tadi benar. Kalau dibilang ini hanya kebetulan, ia sama sekali tidak percaya!
Pasti ada yang mengatur segalanya di belakang layar!
Semua orang serempak menoleh ke arah Song Xi, si “peserta sial” hari ini.
Di saat itu pula, Song Xi melihat sorot mata Song Qiuling yang tampak penuh kepuasan dan sedikit mengejek.
Song Qiuling, lagi-lagi kamu!
Kadang, firasat perempuan memang menakutkan karena begitu tajam.
Meski tanpa bukti, Song Xi sudah yakin, pasti Song Qiuling yang kembali berulah.
Sungguh hebat, bisa menghasut hingga Shen Yingying yang seorang bintang pun mau menargetkan dirinya.
“Peserta nomor 92 yang terpilih untuk PK, silakan naik ke atas panggung.”