Bab 80 Semua Orang Mendapat Tamparan Balik
Di belakang panggung, Song Qiuling tampak sangat puas. Penampilan Song Xi barusan memang sempat membuatnya terkejut, namun Shen Yingying adalah artis di bawah naungan Grup Lu. Sebagus apapun kemampuan bernyanyi Song Xi, tetap saja tidak ada gunanya.
“Kak Ying, Anda pasti akan lolos putaran kali ini. Kalau nanti ada pesta kemenangan, jangan lupa undang aku ya,” ucap Song Qiuling, mencoba memanfaatkan kesempatan untuk mendekatkan diri dengan Shen Yingying.
Beberapa gadis dari grup lain yang ada di sekitar mereka berkata dengan nada meremehkan, “Perlu diingatkan? Kak Ying kita ini adalah penyanyi andalan Shengguang Entertainment sekarang. Baik secara profesional maupun pribadi, tidak mungkin kalah.”
“Kau layak ikut pesta kemenanganku?” Shen Yingying mencibir dengan nada menghina.
Di matanya, ia adalah bintang, sementara Song Qiuling hanyalah peserta biasa, sama seperti Song Xi. Meski kemampuan bernyanyi Song Xi luar biasa, bahkan setara dengan gurunya sendiri, dunia hiburan ini tidak hanya mengandalkan bakat untuk bisa naik ke puncak.
Saat itu, pengumuman dari dewan juri akhirnya sampai pada grup keempat.
“Grup keempat, penantang Shen Yingying melawan juara bertahan Song Xi. Pemenangnya adalah—”
“Juara bertahan, Song Xi!”
Pengumuman itu sontak membuat para peserta di ruangan belakang panggung riuh dengan keterkejutan.
Song Qiuling pun memandang tak percaya!
Song Xi benar-benar menang melawan Shen Yingying?
...Bagaimana mungkin?
Memang, Song Xi barusan tampil menakjubkan, tapi dia kini adalah musuh publik di dunia maya, target utama serangan para pendukung Keluarga Lu! Apalagi Shen Yingying punya ayah angkat yang menjabat sebagai wakil direktur Shengguang Entertainment, perusahaan di bawah Grup Lu.
Dalam situasi seperti ini, pihak penyelenggara masih berani memutuskan Song Xi sebagai pemenang? Apa mereka sudah gila?
Orang yang paling tidak percaya dengan kenyataan ini justru Shen Yingying. Ia mendelik pada layar yang menampilkan nama Song Xi, seluruh tubuhnya seakan membeku.
Dia benar-benar tereliminasi?!
“Grup kelima, penantang Zhang Ruolei melawan juara bertahan Song Qiuling. Pemenangnya—Song Qiuling!”
Juri kembali mengumumkan kabar mengejutkan, bukan hanya grup keempat yang dimenangkan juara bertahan, tapi juga grup kelima!
Namun, kemenangan Song Qiuling kali ini tidak terlalu sulit, karena ia mendapat lawan yang lemah di bidang yang menjadi keunggulannya.
Anehnya, Song Qiuling sama sekali tidak menunjukkan ekspresi kemenangan.
Shen Yingying menatapnya dengan penuh amarah, menggertakkan gigi, “Tadi kau bilang ingin ikut pesta kemenanganku, sekarang sudah tak perlu. Lebih baik aku yang datang ke pesta kemenangaumu, bagaimana?”
Baru saja Song Qiuling memuji-muji Shen Yingying pasti akan menang, tapi ternyata Shen Yingying gugur dan dirinya sendiri yang justru lolos.
Benar-benar mempermalukan Shen Yingying di depan umum!
“Kak Ying... bukan itu maksudku,” Song Qiuling buru-buru menjelaskan.
Ia sama sekali tidak menyangka, setelah memuji-muji Shen Yingying, justru Shen Yingying yang kalah, sementara dirinya yang lolos ke babak berikutnya, benar-benar membuat harga diri Shen Yingying hancur.
Seperti menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.
Song Qiuling heran, awalnya ia mengira pihak penyelenggara hanya memanfaatkan Song Xi untuk menarik perhatian, dan pada saat pertandingan resmi, Song Xi pasti akan dieliminasi.
Namun, tak disangka Song Xi bertahan sementara Shen Yingying yang tersingkir!
Apa penyelenggara tidak tahu siapa ayah angkat Shen Yingying? Bukankah ini sama saja menantang Grup Lu secara terang-terangan!
“Pergi!” teriak Shen Yingying marah, mendorong Song Qiuling dan meninggalkan ruang belakang bersama para pengikutnya.
Song Qiuling terjatuh, duduk di lantai dengan wajah bingung.
Rekaman episode pertama pun berakhir seperti itu. Karena Shen Yingying keluar dengan marah, para peserta PK lain juga tidak sempat berpidato di atas panggung, sehingga tak ada yang menyadari hilangnya Song Xi.
Saat itu, seorang gadis sedang terbaring di sebuah kamar rumah sakit yang luas, wajahnya pucat pasi, keringat dingin bercucuran, dan ia terus bergumam pelan.
Sekelompok tenaga medis sibuk di sekitarnya, sementara Lu Hancheng duduk di tepi ranjang dengan wajah serius.
“Apa yang terjadi padanya?”