Bab 11: Diganggu?
“Lin kecil tamat riwayatnya.” Saat itu, Lin Yao dikejar dari belakang oleh para pengejar, sementara di jembatan depan sudah ada yang menghadang. Ia benar-benar terpojok tanpa jalan keluar. Hong San Shi hanya bisa menghela napas, sementara Wang Yi yang berdiri di sebelahnya juga ikut-ikutan memasang wajah penuh penyesalan.
Mereka semua adalah peserta lama yang sudah dua musim mengikuti acara ini, sehingga paham betul pentingnya momen dramatis dalam sebuah acara hiburan. Ledakan aksi mendadak dari Lin Yao jelas menjadi momen yang sangat berharga bagi program kali ini.
Pada saat seperti ini, mereka pun harus menyesuaikan ekspresi wajah, supaya tim editing nanti punya banyak bahan menarik untuk dipilih.
“Ayo cepat pergi, setelah Lin kecil tertangkap, giliran kita berikutnya,” bisik Hong San Shi, lalu mereka bertiga segera berbalik hendak pergi.
Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi.
Lin Yao yang terpojok tanpa jalan keluar, tiba-tiba melompat masuk ke dalam danau!
“Wah!!”
Para peserta lain dan kru di sekitarnya pun terbelalak dan berseru tak percaya.
Untungnya, kedalaman danau di sisi ini berbeda dengan kemarin saat Hong San Shi tercebur; kali ini di bagian dangkal, airnya hanya setinggi pinggang Lin Yao.
Memanfaatkan kekagetan para pengejar berbaju hitam, Lin Yao berlari menerobos air sejauh belasan meter, lalu naik ke darat dan kabur menuju jalan setapak di bawah rindang pepohonan.
Tiga pengejar berbaju hitam itu adalah veteran acara, tetapi ini kali pertama mereka menghadapi situasi seperti ini, sehingga mereka hanya berdiri terpaku.
“Barusan bagus sekali, lanjutkan pengejaran, tapi ingat jaga batas,” suara sutradara utama, Li Wan, terdengar di alat komunikasi yang menempel di kerah mereka. Ia menyaksikan semua aksi itu lewat layar monitor, dan langsung yakin adegan tadi pasti akan meledakkan rating acara.
Aksi mengejutkan Lin Yao itu, sangat kontras dengan citra dirinya yang selama ini dikenal lembut dan anggun.
Justru kontras inilah yang paling dicari dalam acara hiburan, ketika sisi lain para bintang ditampilkan.
Adegan ini sungguh luar biasa!
Li Wan merasa sedikit bersemangat; akhirnya muncul momen puncak dalam rekaman episode kali ini.
Tiga pengejar berbaju hitam kembali melanjutkan perburuan, sementara Hong San Shi dan rekan-rekannya hanya bisa ternganga kebingungan.
“Ya ampun, segitunya banget harus total?” Hong San Shi pun terbengong, bergumam pelan.
Wang Yi yang masih muda sampai melongo, baru pertama kali melihat artis perempuan seberani itu, padahal dari luar tampak sangat lembut dan ayu.
Hela napas memburu. Lin Yao merasa kakinya seolah berat terisi timah, dan perutnya mual karena terlalu lama berlari, namun ia tetap menggigit bibir, menolak menyerah.
Aku belum menemukan dia, aku tak boleh berhenti.
Akhirnya, setelah berbelok di tikungan, tampak sosok tinggi dan tampan di depan sana.
Itu dia!
Mata Lin Yao langsung berbinar, langkahnya yang tertatih-tatih pun dipaksakan untuk berlari ke arah sosok tersebut.
“Ada orang di depan, tangkap... wah!”
Fang Xiaole dan Lao Niu berpisah setelah menyeberangi danau. Ia sudah berkeliling mencari peserta, dan akhirnya melihat Lin Yao, artis cantik yang sedang jadi buron. Baru ingin mengejar, ternyata Lin Yao justru berlari dan menubruk dirinya.
Bugh!
Belum sempat bereaksi, Fang Xiaole hanya merasa tubuh yang lembut langsung menabrak dadanya. Demi keselamatan peserta, Fang Xiaole refleks memegang pundak Lin Yao dan menjatuhkan dirinya ke tanah dengan punggung lebih dulu, agar Lin Yao tetap aman di atas dadanya.
“Nona Lin, Anda tidak apa-apa?” Fang Xiaole bertanya lembut sambil tergeletak di tanah.
Dirinya memang terbiasa dengan kerja kasar, tapi ia khawatir selebritas secantik dan lembut ini malah celaka. Kalau sampai terjadi, bisa-bisa sutradara mempersulitnya.
“Tidak... tidak apa-apa. Maaf, saya yang menabrak Anda. Anda tidak terluka kan?”
Artis perempuan yang menempel di dadanya itu rupanya sangat sopan, bahkan langsung minta maaf. Namun...
Tubuh Fang Xiaole mendadak kaku. Ia merasa ada tangan yang meraba bokongnya, bahkan meremasnya pelan.
Apa-apaan ini?
Artis cabul?
Pelecehan di tempat kerja?
Ah, tidak mungkin! Masa artis seterkenal itu mau berbuat macam-macam padaku?
Untungnya, tangan itu hanya meremas sebentar lalu pergi. Lin Yao langsung berdiri, entah karena kelelahan atau alasan lain, pipinya tampak sangat merah.
Fang Xiaole pun bangkit, ekspresinya tetap tenang. Ia berkata pada tiga rekannya yang berlari mendekat, “Sudah tertangkap.”
Sesuai aturan permainan, jika peserta sudah tersentuh pengejar berbaju hitam maka dianggap gugur, sehingga Lin Yao pun resmi selesai dalam episode kali ini.
Para kru segera datang membawa handuk panjang untuk membalut kaki Lin Yao. Cuaca belum terlalu panas, air danau cukup dingin. Meski Lin Yao memakai celana jeans, kalau basah tetap bisa masuk angin.
“Aduh, Nona, kamu gila ya?!”
Begitu Lin Yao keluar dari area pengambilan gambar, Mo Yan dan Fangfang langsung memapahnya menuju mobil kru. Mo Yan membenahi rambut Lin Yao yang berantakan di dahi, melihat napasnya tersengal dan tubuhnya kelelahan, ia pun mengomel,
“Tadi aku benar-benar ketakutan, untung air danau dangkal! Kamu kan nggak bisa berenang, kalau sampai kenapa-kenapa bagaimana?”
“Maaf, Kak Yan, aku juga demi hasil program kok.” Lin Yao menjulurkan lidah, tapi senyumnya tak bisa disembunyikan.
“Masih bisa senyum pula!” Mo Yan gemas menepuknya, lalu berkata setengah marah, “Kamu kan penyanyi, nggak usah total banget main acara begini!”
“Bukannya Kak Yan yang bilang ‘Super Tantangan’ itu penting, jadi aku harus serius rekaman?” Wajah Lin Yao agak pucat, tapi ia tetap nyengir, entah kenapa hatinya justru sangat senang.
“Aku...” Mo Yan jadi kikuk. Dipikir-pikir, memang beberapa hari ini dirinya terus mengingatkan Lin Yao agar tampil maksimal. Tidak bisa menyalahkannya juga.
“Sudahlah, nggak usah dibahas lagi, cepat ganti baju yang basah.”
Lin Yao masuk ke mobil, dari kaca jendela melirik ke arah Taman Danau Yi, bibirnya tersenyum penuh kemenangan.
Barusan, saat menabrak Fang Xiaole, ia diam-diam menyelipkan secarik kertas ke saku belakang celana pria itu.
Pasti nanti dia akan menelepon nomor yang tertulis di sana, dan kita akan berhasil saling terhubung.
Ketika ia tahu gadis di atap malam itu adalah aku, bagaimana ekspresinya nanti?
Lin Yao menggenggam ponsel di sakunya, sepasang mata indahnya pun menyipit bahagia.
Satu jam kemudian, rekaman acara selesai.
Esok hari masih ada pengambilan gambar tambahan untuk para bintang tamu, sementara Fang Xiaole dan kawan-kawan sudah menyelesaikan tugas mereka untuk episode pertama.
Rekaman episode selanjutnya baru akan dilakukan pekan depan, para kru pun bisa bernapas lega, sambil saling mengajak makan malam bersama untuk bersantai.
Su Yu pun langsung menghampiri Fang Xiaole, minta ditraktir makan malam. Memang, saat Fang Xiaole melamar kerja, Su Yu sudah sangat membantu.
Namun, saat Fang Xiaole bilang maaf karena ada urusan malam ini dan berjanji akan mentraktir saat rekaman berikutnya, Su Yu akhirnya luluh dan membiarkannya pergi.
“Bro, aku masih ada urusan dua hari ini, minggu depan saja kita kumpul lagi. Oh ya, ini untukmu.”
Saat Fang Xiaole hendak pulang, Hong San Shi menahannya dan menyelipkan sebuah kotak ke tangannya.
Itu adalah ponsel keluaran baru, harganya pun cukup mahal.
“Kemarin gara-gara menyelamatkanku, ponselmu tercebur. Ini gantinya, jangan ditolak ya, sudah, minggu depan kita ketemu lagi!”
Fang Xiaole baru mau menolak, tapi Hong San Shi langsung memasukkannya ke tangan Fang Xiaole dan kabur, tak memberi kesempatan menolak.
Fang Xiaole hanya bisa tersenyum pasrah dan menerima. Namun, pikirannya bukan pada ponsel baru itu.
Ketika Lin Yao menabraknya tadi, sekelebat ingatan dari dunia asalnya, Bumi, kembali terbuka di benaknya.
Ia tiba-tiba teringat pada sebuah acara hiburan legendaris dari Bumi.