Bab 93: Song Qiuling Memakan Kertas untuk Menghancurkan Bukti
Untuk pertama kalinya, semua anggota keluarga melihat Song Qiuling kehilangan kendali seperti itu, membuat mereka terkejut bukan main.
Namun, kejadian yang lebih mengejutkan pun terjadi.
Setelah berhasil merebut kertas itu, Song Qiuling langsung memasukkannya ke dalam mulut.
Dia benar-benar memakan kertas itu!
Kali ini, suara keterkejutan semua orang tak kalah heboh dari sebelumnya.
Setelah Song Qiuling dengan susah payah menelan kertas itu, dia hampir saja memuntahkannya karena rasa tidak nyaman, namun di dalam hatinya sedikit merasa lega. Sekarang tak ada lagi bukti, apa pun yang dikatakan Song Xi, dia bisa menyangkal semuanya!
Namun, di saat itu, sudut bibir Song Xi justru terangkat membentuk senyuman sinis.
“Aku sudah menduga kau akan berusaha menghilangkan bukti, jadi kertas yang tadi aku keluarkan itu bukan catatan percakapan asli, melainkan tisu bekas aku membuang ingus.”
“Bagaimana rasanya?” Setelah berkata demikian, Song Xi tersenyum lebar dan mengedipkan mata ke arah Song Qiuling.
Song Qiuling: …
Saat ini, kalau pun dibilang hatinya seperti disambar petir di siang bolong, itu tidaklah berlebihan!
Dia benar-benar telah memakan tisu bekas ingusan Song Xi!
“Song Xi, kau…!” Baru saja Song Qiuling hendak bicara, tiba-tiba perutnya terasa mual dan ingin muntah.
Namun, meski sudah beberapa kali mencoba memuntahkan, tidak ada yang keluar.
Saat itu, Song Xi kembali mengeluarkan selembar kertas dari sakunya, mengangkatnya tinggi-tinggi dan memperlihatkannya pada semua yang hadir.
“Nomor yang dimulai dari 150 ini, adalah nomor pribadi ayah kandung Song Qiuling, Zhou Yuan!”
Apa!?
Kalimat itu membuat seisi aula langsung gempar.
Nama itu bagi keluarga Song, bagaikan ular berbisa yang menakutkan.
Terutama para sesepuh keluarga Song, banyak di antara mereka yang pernah bekerja bersama Zhou Yuan di perusahaan. Mereka semua melihat sendiri bagaimana pria itu, yang awalnya tak punya apa-apa dan hidup menumpang, akhirnya berubah menjadi si serigala putih yang menggigit tangan yang memberinya makan.
Dulu, di saat perusahaan berada dalam bahaya, banyak orang sampai berlutut memohon pada Zhou Yuan, namun yang mereka dapatkan hanyalah cemoohan dan hinaan dari si serigala putih itu.
Itu adalah luka yang membekas di hati semua anggota keluarga Song!
Saat itu, Zhou Yuan memang tidak membawa pergi Song Qiuling, sehingga semua orang mengira ia sudah tak lagi peduli pada anak perempuannya itu. Namun ternyata, Song Qiuling dan Zhou Yuan masih terus berhubungan…
Saat ini, sesepuh tertua keluarga pun maju dengan raut tak percaya, “Qiuling, benarkah apa yang dikatakan Xi? Kau masih berhubungan dengan Zhou Yuan?”
“Apa kau lupa, dulu dia hampir saja membuat keluarga Song hancur lebur!”
“Dia juga menipu semua uang keringatku!”
Semua orang saling bersahutan, jelas sekali apa yang pernah dilakukan Zhou Yuan di keluarga Song masih menyisakan amarah yang tak terlupakan. Jika benar Song Qiuling masih berhubungan dengannya, artinya sejak awal Song Qiuling berada di pihak Zhou Yuan.
“Tidak… itu, itu tidak benar, nomor itu bukan nomor ayahku!” Di bawah desakan dan kemarahan semua orang, Song Qiuling masih berusaha keras untuk menyangkal.
Song Xi mengejek, “Oh? Bukan? Kalau begitu, ayo kita telepon saja nomornya, kita dengar sendiri suara siapa yang mengangkat.”
“Benar, kita buktikan dengan menelpon!”
“Ya, kalau itu Zhou Yuan pasti ketahuan!”
Melihat semua orang mendukung usulan Song Xi, Song Qiuling benar-benar panik sampai ke ujung hati…
Dia sama sekali tak menyangka, baru masuk rumah belum genap setengah jam, dirinya sudah dipermalukan habis-habisan oleh Song Xi, bukan hanya dipermalukan di depan seluruh keluarga, tapi juga rahasianya berhubungan dengan Zhou Yuan terbongkar…
Saat Song Qiuling masih tertegun, Song Xi perlahan berjalan mendekat, membisikkan sesuatu di telinganya.
“Adik baikku, kali ini kau benar-benar sudah tamat.”