Bab 135 Song Xi Membongkar Rencana Licik Lu Hanchen
Tengah malam, kediaman keluarga Lu.
Hujan deras seolah tak ada habisnya, terus mengguyur tanpa henti.
Gadis itu sudah sadar sejak tadi, namun wajah kecilnya kehilangan keceriaan seperti biasanya, tampak pucat dan murung. Lu Hancheng duduk di samping tempat tidurnya sambil memegang semangkuk kuah jahe.
"Minumlah sedikit."
Tadi mereka pulang dalam keadaan basah kuyup. Jika tidak segera menghangatkan tubuh, Song Xi kemungkinan besar akan jatuh sakit.
Song Xi dengan patuh membuka mulutnya, membiarkan Lu Hancheng menyuapinya. Sikapnya yang lembut dan penurut sangat kontras dengan dirinya yang biasanya. Wajah pucat itu membuat siapa pun yang melihatnya merasa iba dan ingin mendekapnya erat-erat untuk melindunginya.
"Lu Hancheng, kenapa aku bisa ada di rumahmu?"
Su Qing menyahut, "Nona Song, Presiden secara khusus pergi mencarimu. Hujan di luar sangat deras, Presiden sendiri yang menggendongmu kembali."
"Begitu rupanya..." gumam Song Xi, lalu menatap Lu Hancheng.
Ia melihat gurat kesedihan di wajah pria itu, namun pria itu tetap diam membisu. Lu Hancheng sangat mengkhawatirkannya, tetapi ia tidak berniat untuk bertanya.
Song Xi tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Lu Hancheng, tidakkah kau ingin bertanya apa yang terjadi padaku?"
Mata tajam pria itu sedikit bergetar. "Jika kau ingin bercerita, kau pasti akan mengatakannya sendiri."
Mendengar ucapan itu, hati Song Xi merasa sedikit lega. Ia memang tidak ingin Lu Hancheng tahu tentang masalah keluarganya. Bagaimanapun, Lu Hancheng hanyalah kekasih yang berada di bawah pengaruh hipnosis. Jika pria itu tahu, ia pasti tidak akan tinggal diam. Song Xi tidak ingin memanfaatkan perasaan yang lahir dari hipnosis itu untuk membalaskan dendamnya.
Lagipula, Lu Hancheng sudah melakukan terlalu banyak hal untuknya. Bahkan tadi, pria itulah yang pertama kali menemukannya.
Saat Song Xi sedang merenung, tiba-tiba ia merasa ada yang janggal.
"Tunggu sebentar, tadi Sekretaris Su bilang kau yang menggendongku kembali. Bukankah lenganmu terluka karena kupukul? Bagaimana mungkin kau bisa menggendongku?"
Begitu kata-kata itu terucap, Lu Hancheng menoleh dan melirik tajam ke arah Su Qing.
Su Qing tersentak kaget. Gawat! Ia tadi hanya ingin menunjukkan betapa perhatiannya sang Presiden kepada Song Xi, tapi ia malah lupa soal sandiwara pura-pura sakit yang dilakukan Lu Hancheng sebelumnya. Benar-benar menjadi bumerang.
"Eh, Nona Song... itu karena..."
"Tutup mulutmu," potong Song Xi. Ia menatap tajam ke arah Lu Hancheng, "Kau yang jawab."
Jangan-jangan, Lu Hancheng sama sekali tidak terluka olehnya? Selama ini dia hanya berpura-pura sakit untuk membohonginya?
Saat itu, pria yang memegang sisa kuah jahe tersebut tampak memiliki ekspresi yang rumit di wajah datarnya yang sedingin es.
Ketahuan... bagaimana ini?
Melihat pria itu terdiam cukup lama, Song Xi akhirnya yakin dengan dugaannya. Lu Hancheng benar-benar berpura-pura selama ini, bahkan tega membiarkannya melayani pria itu. Benar-benar keterlaluan!
"Lu Hancheng... kau!"
Tepat saat gadis itu hendak meluapkan kemarahannya, tangan Lu Hancheng tiba-tiba melemas dan tubuhnya jatuh ke pelukan Song Xi. Mangkuk kuah jahe itu terjatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping.
Su Qing dengan panik maju untuk memapah Lu Hancheng. Ia yang tadinya merasa sangat gugup, tiba-tiba melihat kelopak mata Lu Hancheng sedikit bergetar.
Sebagai sekretaris yang sudah bertahun-tahun mendampingi Lu Hancheng, Su Qing segera sadar bahwa ini adalah taktik sang Presiden untuk meloloskan diri!
Ia menyentuh dahi pria itu sejenak, lalu dengan sigap bekerja sama, "Tadi saat menggendong Nona Song, Presiden kehujanan sepanjang jalan, sepertinya dia demam!"
Song Xi langsung panik, "Bagaimana bisa? Cepat panggil dokter!"
"Baik!"
Setelah mengatakan itu, Su Qing hendak memapah Lu Hancheng keluar.
Kali ini, Song Xi seketika merasa ada yang tidak beres, "Tunggu, apakah dia benar-benar demam?"