Bab 160 Aktingmu Terlalu Buruk

Aku menjadi terkenal di dunia hiburan berkat kekuatan superku. Seribu Permata 1199kata 2026-03-30 06:11:24

Pertama, aktingmu sangat buruk. Sikapmu yang berusaha mengambil hatiku jelas-jelas menunjukkan niat tersembunyi karena ada pamrih," tutur Song Xi perlahan sambil merinci.

"Kedua, aktingku juga begitu payah, tetapi toh kamu tetap mempercayainya. Apakah kamu tahu alasannya?"

Hingga saat ini, Song Xi yang biasanya selalu bersikap ramah kepada siapa pun, sengaja memasang ekspresi arogan dan tidak masuk akal khusus di hadapan Rong Rong.

Namun, justru dengan cara seperti itu, Rong Rong sama sekali tidak menaruh curiga dan mati-matian berusaha mengambil hati Song Xi. Mengatakan bahwa dirinya adalah budak yang rela menjilat sepatu Song Xi sama sekali tidak berlebihan.

"Itu semua karena kamu sudah terbiasa menjadi budak Shen Yingying. Begitu melihat orang lain bersikap arogan dan tidak masuk akal, kamu tidak bisa menahan diri untuk tidak merangkak di bawah kaki mereka dan memelas. Jika sikapku tadi ditunjukkan kepada orang normal mana pun, mereka pasti sudah memarahiku lalu mengabaikanku untuk selamanya. Tapi, karena kamu memang seorang penjilat, kamu tidak bisa menahan diri untuk tidak datang dan menjilatku. Apa kataku ini benar?"

Meskipun diucapkan dengan nada ringan, setiap kata yang dilontarkan Song Xi sangat tajam dan langsung menghujam kelemahan terbesar Rong Rong.

Mana mungkin orang biasa tidak memiliki harga diri seperti itu? Mereka pasti sudah tidak tahan dengan perangai buruk Song Xi dan memilih pergi sejak awal.

Namun, Rong Rong menoleransi semuanya justru karena ia menyimpan niat busuk.

Hal inilah yang justru membuatnya tampak sangat tidak normal.

Setelah dibongkar habis oleh Song Xi, rona wajah Rong Rong semakin terlihat memburuk.

Hal yang paling membuatnya merasa tersiksa bukanlah saat Song Xi menyebutnya sebagai budak, melainkan kenyataan bahwa sifat murahan itu telah mendarah daging di dalam dirinya. Saat diperlakukan secara arogan oleh Song Xi, hal pertama yang terlintas di benaknya bukanlah langsung melawan, melainkan mencari muka di hadapan Song Xi.

Padahal ia sendiri benci diperintah oleh orang lain, padahal ia juga benci diperlakukan seperti binatang... tetapi begitu melihat orang lain mengulurkan kaki, ia secara tidak sadar langsung berniat menjilat sepatu mereka...

Dirinya benar-benar sangat murahan hingga ke tulang sumsum!

Rong Rong Gemetar karena murka dan tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya erat-erat.

Namun, Song Xi melanjutkan perkataannya, "Ketiga, apakah kamu tahu mengapa aku tidak langsung membongkar kedokmu sejak awal?"

"Kenapa?"

Rong Rong pun merasa penasaran. Jika Song Xi sudah tahu dari awal bahwa ia berniat jahat, mengapa ia tidak langsung mengatakannya?

"Karena Zhang Nihong dan Wang Xiuxiu memang ikut terlibat dalam masalah sarang tawon itu. Aku ini orang yang pendendam, tentu saja aku harus membereskan mereka." Song Xi tersenyum tipis, senyuman yang menyiratkan keangkuhan seorang pemenang.

"Jadi, kamu memanfaatkanku untuk menyingkirkan Zhang Nihong dan Wang Xiuxiu?!"

Barulah pada saat itu Rong Rong menyadari bahwa dialah sebenarnya yang dimanfaatkan! Song Xi sudah memperhitungkan sejak awal bahwa demi mendapatkan kepercayaannya, ia pasti akan kembali bertindak.

Dan begitu ia bertindak, Song Xi bisa duduk santai menonton pertunjukan sambil melihatnya membereskan para pelaku yang ikut terlibat.

Pada detik itu, Rong Rong merasa dunia di sekelilingnya berputar. Ia mundur beberapa langkah hingga punggungnya membentur dinding.

Sebelumnya, ia mengira dirinyalah dalang yang memegang kendali penuh. Namun, ia tidak pernah menyadari bahwa tanpa disadari, Song Xi telah menggunakan tangannya untuk menyingkirkan tiga musuh sekaligus!

Song Xi telah mempermainkannya sesuka hati, bahkan menghinanya dan memandangnya rendah, tetapi ia justru dengan rajin membantu menjilat sepatu Song Xi. Dirinya benar-benar sangat bodoh!

"Sekarang, pelaku insiden sarang tawon yang belum menerima hukuman tinggal tersisa satu orang, yaitu dirimu."

Suara gadis itu kembali mengalun, dan senyuman manisnya seolah sedang menertawakan Rong Rong sebagai pecundang dari awal hingga akhir.

Rong Rong seketika diliputi oleh firasat buruk. "Song Xi, apa yang ingin kamu lakukan? Sudah kubilang, kamu tidak punya bukti. Jika kamu berani melakukan sesuatu kepadaku, aku tidak akan melepaskanmu."

"Aku memang tidak akan melakukan apa pun padamu. Namun, orang lain belum tentu berpikiran sama."