Bab Lima Puluh Enam: Bangsa Mekanik, Pengembangan Selesai
Monyet bersayap mulai panik.
Tuhan ingin menciptakan ras baru?
Kenapa? Apakah karena kami terlalu tidak berguna?
Apakah Tuhan ingin meninggalkan kami?
Semua monyet bersayap menjadi cemas, sampai-sampai Kepala Roda pun tak berani bertanya kenapa Su Yu ingin membuat ras baru, takut membuatnya marah.
Namun akhirnya Su Yu mengungkapkan kebenarannya, “Aku butuh setidaknya sepuluh monyet bersayap yang menguasai pemrograman komputer, lalu bekerja sama denganku menciptakan ras baru. Untuk saat ini, aku akan menamainya Ras Mekanik.”
Benar sekali, Su Yu akan mulai membuat robot. Hanya robot yang bisa bertahan hidup di luar angkasa tanpa perlindungan apa pun, dan hanya robot yang bisa menjelajah hal-hal tak dikenal hanya dengan tenaga listrik, tanpa takut mati.
Untuk memahami situasi di dalam kapal perang dimensi, robot adalah satu-satunya pilihan.
“Ras Mekanik?” Semua monyet bersayap tidak paham.
Sebenarnya, seperti apa ras itu?
Namun bagaimanapun juga, mereka semua merasa tertekan. Beberapa monyet bersayap tingkat satu langsung maju dengan sukarela, “Tuhanku, pilihlah aku!”
Demi tidak ditinggalkan, mereka bersemangat mendaftar, berusaha menunjukkan nilai dirinya.
Su Yu mengangguk, “Bagus, mulai hari ini, aku akan mengajari kalian pemrograman dari nol. Siapa yang berprestasi terbaik akan dipilih menjadi asistanku.”
Beberapa monyet bersayap yang mendaftar tampak serius, mereka sadar harus mengerahkan seluruh kemampuan, tidak boleh mengecewakan Tuhan.
Su Yu tak menyangka betapa rumitnya perasaan mereka. Ia mulai mengajari beberapa monyet bersayap tingkat satu, sembari memerintahkan kelompok lain membuat pembangkit listrik tenaga nuklir mini.
Kali ini, Su Yu berencana membangun pembangkit listrik itu di kapal perang musuh, sebab robot butuh diisi ulang berkali-kali untuk bekerja, jadi harus ada titik pengisian daya.
Su Yu juga belum yakin apakah musuh menggunakan listrik, jadi sebelum menemukan sumber daya musuh, ia harus memakai pembangkit listrik nuklir mini.
Selanjutnya adalah baterai robot. Karena teknologi manusia masih terbatas, baterai robot pun hanya bisa memakai baterai kimia dengan daya tahan terbatas. Tak ada jalan lain, jumlahlah yang menutupi kekurangan.
Setelah menemukan baterai yang cocok, Su Yu mulai mendesain robot.
Dalam rancangannya, kali ini ada tiga jenis robot yang akan dibawa ke luar angkasa: Pertama, robot berbentuk manusia, untuk mengoperasikan berbagai alat rumit; kedua, robot berbentuk laba-laba, bisa masuk ke area sempit untuk mencari; ketiga, robot berbentuk kendaraan, untuk mengangkut barang—jika menemukan sesuatu yang berharga di dalam kapal perang musuh, robot inilah yang akan membawa keluar.
Untuk membuat robot-robot ini dibutuhkan bermacam-macam suku cadang, seperti saklar, kabel, chip, lengan mekanik, cangkang mekanik, dan lain-lain.
Suku cadang dan material tersebut diserahkan pada Wakil Kapten. Negeri Indah punya banyak material siap pakai, tinggal Wakil Kapten yang mencarikan dan mengirimnya lewat kapal.
Setelah bahan dan suku cadang dikirim, pabrik robot pun mulai dibangun.
Kenapa harus membuat robot? Karena robot bisa diproduksi secara massal, dalam waktu singkat menghasilkan banyak robot.
Jangan lupa juga mengangkut roket, sebab butuh roket untuk mengirim robot-robot itu ke luar angkasa.
Su Yu menggelengkan kepala, “Begitu waktu berhenti berakhir, mungkin semua roket Negeri Indah sudah kugunakan habis. Tapi demi menyelamatkan dunia, semoga mereka tak mempermasalahkannya.”
Roket milik negerinya sendiri, Su Yu terlalu eman untuk memakai. Lagi pula, Negeri Indah selalu membanggakan diri sebagai polisi dunia, merasa hanya mereka yang bisa menyelamatkan dunia. Kalau menyumbang roket, seharusnya mereka rela, bukan?
Pembuatan robot berlangsung dengan tertib dan efisien. Sepuluh monyet bersayap tingkat satu yang dipilih Su Yu juga berhasil menjadi programmer setelah belajar selama satu tahun.
Su Yu kagum dengan kecepatan belajar mereka. Tentu saja, di antara manusia pun ada remaja enam belas tahun yang bisa belajar pemrograman dalam tiga bulan, jadi Su Yu tidak terlalu heran.
Namun yang tidak disadari Su Yu, monyet-monyet bersayap itu belajar mati-matian karena takut ditinggalkan, berjuang membuktikan keberadaan mereka.
Tekanan dahsyat inilah yang membuat mereka menunjukkan kemampuan luar biasa.
Segalanya telah siap. Su Yu mulai mengarahkan sepuluh programmer itu untuk menulis kode.
“Pertama, kita akan memakai sistem arduino. AFmotor dan Newping sudah ada, jadi kita bisa menghemat banyak pekerjaan. Sekarang, aku mau kalian menulis kode dasar: ‘bergerak’ dan ‘menghindar rintangan’.”
Su Yu langsung memakai sistem android, dengan chip dari ponsel, sebab untuk fungsi gerak dan menghindar saja, chip ponsel sudah cukup.
Lalu sensor, bagian ini juga tidak perlu dibuat sendiri, cukup cari dari material dan suku cadang Negeri Indah.
Su Yu butuh sensor inframerah, sensor mata, sensor percepatan, sensor getaran, dan sebagainya.
Sensor akan mengirim data ke chip, lalu chip akan memberikan instruksi sesuai program, sehingga robot bergerak sesuai perintah.
Itulah prinsip kerja robot.
“Kalian harus membayangkan segala situasi yang mungkin dihadapi robot, lalu mencari solusi, dan menuliskannya dalam program,” demikian perintah Su Yu pada sepuluh programmer itu.
Pelan-pelan, monyet bersayap mulai paham seperti apa ras baru yang akan mereka ciptakan.
Kepala Roda bertanya, “Tuhanku, yang akan kita buat ini, semacam mesin canggih?”
Tak heran Kepala Roda bisa langsung menangkap maksud, sebab ia memang ahli generator. Ia segera menyadari bahwa Su Yu bukan hendak membuat ras baru untuk menyingkirkan mereka, melainkan menciptakan mesin canggih untuk menggantikan kerja manusia.
Su Yu menjawab, “Mesin otomatis.”
Otomatis, betapa indahnya kata itu.
Kepala Roda tiba-tiba terpikat dengan kata itu. Bisa bergerak sendiri, bertindak menurut kehendak sendiri—sesuatu yang sangat berharga.
Kepala Roda mulai merindukan kebebasan, meski itu baru sekadar benih kecil, belum tumbuh menjadi pohon raksasa.
Setelah sebulan pemrograman dan dua bulan pengujian, akhirnya mereka berhasil membuat robot berbentuk kendaraan. Untuk sekadar mengangkut barang, kode dasar saja sudah cukup.
“Sekarang saatnya kode tingkat menengah: kode untuk membuat, mengoperasikan, dan mengendalikan,” Su Yu meningkatkan tingkat kesulitan.
Kode jenis ini jauh lebih rumit dari kode dasar, banyak hal yang harus dipikirkan, dan kesalahan kecil bisa membuat program gagal jalan.
Namun, sepuluh programmer itu sudah cukup berlatih dengan kode dasar, kini mereka bisa mencoba kode tingkat menengah.
Mereka langsung bekerja, tapi karena tingkat kesulitan tinggi, mereka butuh waktu setengah tahun untuk menuntaskannya.
Setelah itu, Su Yu memasukkan kode ini ke dalam chip robot laba-laba, sehingga terciptalah robot laba-laba yang sangat gesit.
Su Yu kemudian menguji robot laba-laba itu selama satu setengah tahun, memperbaiki tak terhitung banyaknya bug, hingga akhirnya berhasil membuat robot laba-laba yang bisa dipakai.
Kini, saatnya memproduksi robot laba-laba secara massal.
Karena tak ada yang mampu menulis kode tingkat tinggi—kode itu meliputi pembelajaran, perbaikan, pemikiran, setara dengan makhluk cerdas—chip yang ada pun tak mampu menampung kode serumit itu.
Tapi memang tidak perlu, robot laba-laba saja sudah cukup.
Su Yu selesai membuat robot, selanjutnya adalah produksi massal, pengiriman ke luar angkasa, dan mulai investigasi besar-besaran.
“Langkah terakhir investigasi kapal perang dimensi telah selesai!”
Su Yu dengan penuh semangat mengumumkan kepada seluruh monyet bersayap:
“Selanjutnya, kita akan menjelajah kapal perang dimensi itu sampai tuntas!”
Monyet-monyet bersayap pun bersorak.
Karena mereka sadar, Su Yu tidak berniat menciptakan ras yang akan menggantikan mereka.