Bab Seratus Empat Puluh Enam: Pujian
Di dalam lorong rahasia, hal pertama yang memikat pandangan Ji Liuli adalah jalan yang dilapisi oleh tak terhitung banyaknya mutiara malam. Pandangannya kemudian beralih ke dinding batu di kedua sisi lorong yang dicat dengan warna putih susu, serta bagian atas lorong yang dicat dengan warna biru langit, tidak ketinggalan pot-pot tanamanbunga magnolia yang tertata rapi di sepanjang sisi lorong.
Bunga-bunga magnolia itu sedang mekar dengan begitu indahnya. Bahkan sudut-sudut potnya pun tampak bersih tanpa sedikit pun debu. Terlihat jelas bahwa tanaman-tanaman tersebut dirawat dengan penuh ketelatenan oleh seseorang yang sangat ahli dalam berkebun, sekaligus mencerminkan rasa cinta mendalam dari sang pemilik kepada bunga-bunga magnolia tersebut.
"Wah," seru Ji Liuli takjub. Ia pun diliputi rasa penasaran yang besar terhadap sosok yang merawat bunga-bunga magnolia ini.
Siapakah sebenarnya orang hebat yang mampu merawat bunga magnolia—yang terkenal sulit hidup dan sangat membutuhkan sinar matahari—di dalam lorong tanpa sinar matahari dan embun ini hingga tumbuh begitu anggun dan molek?
Pengalaman orang yang merawat bunga magnolia ini pasti sangat kaya. Ia sangat ingin mengenal orang tersebut dan meminta bimbingan mengenai rahasia merawat tanaman.
Seolah bisa membaca isi hati Ji Liuli, Yelu Qing menggenggam tangan kecil Ji Liuli dan melangkah masuk ke dalam lorong, memperlambat langkah mereka untuk berjalan-jalan santai. "Orang yang merawat bunga-bunga magnolia ini dengan penuh ketelatenan adalah Qingyang, seorang pembunuh dari 'Qianhuang'. Dia adalah seseorang yang ahli dalam merawat berbagai jenis tanaman, namun juga memiliki kebiasaan bersih-bersih yang sulit dipahami orang lain."
"Kebiasaan bersih-bersih? Bukankah itu hal yang bagus?" Ji Liuli tidak dapat menahan diri untuk menutup mulutnya sambil tersenyum kecil. Kebiasaan bersih-bersih Yelu Qing sendiri pun tidak jauh berbeda. "Hihihihi, Kakak Qing, kamu juga memiliki kebiasaan yang sama."
"Aku?" Yelu Qing menatap Ji Liuli yang sedang tersenyum jenaka dengan ekspresi terkejut. "Bagaimana bisa aku tidak tahu kalau aku memiliki kebiasaan itu?"
Ji Liuli mengangkat tangan kanannya dan menggosok dagu kecilnya menggunakan jari telunjuknya, menirukan nada bicara tabib militer Paman Wen di kamp militer untuk menggoda Yelu Qing. "Pepatah berbunyi, orang yang terlibat sering kali tersesat, sementara orang yang mengamati justru melihat dengan lebih jelas."
"..." Yelu Qing untuk sesaat dibuat merasa serba salah oleh godaan Ji Liuli. Biarlah, asalkan Xiao Liuli merasa senang.
"Hahahaha, Kakak Qing, aku hanya bercanda." Ji Liuli tertawa lepas sambil menepuk bahu Yelu Qing, lalu merangkul lengan pria itu dan menariknya berjalan lebih dalam ke bagian lorong yang sunyi. "Nanti, perkenalkan aku terlebih dahulu pada Qingyang, lalu perkenalkan aku pada Qingchun."
Membiarkan Xiao Liuli menariknya melangkah maju, Yelu Qing teringat akan kepergian Qingyang beberapa hari lalu untuk menjalankan misi. "Oh ya, Qingyang sedang pergi jauh untuk menjalankan misi, dalam waktu dekat dia belum bisa kembali."
"Begitu ya, sayang sekali." Ji Liuli menggelengkan kepalanya dengan sedikit rasa kecewa, namun seketika itu pula ia memikirkan beberapa hal yang terasa tidak masuk akal. "Tidak, jika Qingyang pergi menjalankan misi, lalu siapa yang merawat bunga-bunga magnolia ini? Seharusnya tanaman-tanaman ini sudah layu sejak lama. Lagipula, lorong ini tampak sangat bersih, pastinya tadi pagi ada orang yang membersihkannya, bukan?"
Yelu Qing tersenyum lebar dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Ji Liuli satu per satu. "Tanaman yang dirawat oleh Qingyang biasanya tidak disiram kecuali jika sudah lewat sebulan. Jadi, bunga magnolia itu dapat bertahan dalam kondisi mekar sempurna selama sebulan tanpa disiram. Mengenai pembersihan, di dalam lorong ini tidak ada angin, sehingga meskipun tidak dibersihkan selama beberapa bulan pun tidak akan ada debu, dan semuanya akan tetap bersih tanpa noda."
"Apa? Sebulan tidak disiram? Bagaimana mungkin?" Ji Liuli jelas merasa hal tersebut sangat tidak masuk akal. Bunga magnolia itu jelas-jelas membutuhkan penyiraman dan perawatan setiap hari, jika dibiarkan sebulan tanpa air, bukankah seharusnya sudah layu dan mati sejak lama?
"Ini adalah hal yang benar-benar nyata." Melihat Ji Liuli tidak percaya, Yelu Qing tidak menjelaskan panjang lebar lagi. Bagaimanapun, ia sama sekali tidak mengerti tentang masalah bercocok tanam. Masalah ini paling baik dibiarkan agar Ji Liuli menanyakannya sendiri kepada Qingyang nanti. "Saat dia kembali, aku akan memerintahkannya untuk tinggal di Kediaman Pangeran Qing untuk sementara waktu, dan membiarkannya mengajarimu dengan baik mengenai rahasia dan teknik bercocok tanam. Tanyakan apa saja sesukamu kepadanya."
"Baguslah kalau begitu." Ji Liuli mengangguk penuh kegirangan. Nanti ia harus belajar dengan sungguh-sungguh kepada Qingyang mengenai cara merawat tanaman dan bunga, siapa tahu itu akan sangat berguna saat ia menanam tanaman obat kelak. "Aku benar-benar sangat menantikan pertemuan dengan Qingyang."
Hanya saja, harapan Ji Liuli itu tidak akan terwujud sebelum ia berhasil melahirkan anaknya.
Karena ia pun tidak tahu bahwa kunjungannya ke sarang lama 'Qianhuang' kali ini akan menjadi awal dari kepedihan mendalam yang membuatnya meninggalkan Kediaman Pangeran Qing.
"Sebaiknya kamu menemui Pelindung Kiri Qingchun yang paling membuatmu penasaran itu terlebih dahulu." Yelu Qing menggelengkan kepalanya, merasa pasrah dengan sikap 'cepat bosan' Ji Liuli. Jelas-jelas orang yang paling ingin ia temui sebelumnya adalah Qingchun, namun sekarang justru berganti menjadi Qingyang.
"Haha, hahahaha." Ji Liuli tertawa kecil dengan perasaan bersalah, lalu menarik Yelu Qing untuk berlari kecil. "Ayo kita segera menemui Qingchun. Aku sangat, sangat, sangat tidak sabar ingin bertemu Qingchun."
Ia sengaja menggunakan kata 'sangat' sebanyak tiga kali untuk menunjukkan bahwa dirinya jauh lebih antusias untuk menemui Qingchun daripada Qingyang. Dengan begitu, Yelu Qing tidak akan punya alasan untuk berkata apa-apa lagi, bukan?
"..." Sudut bibir Yelu Qing berkedut kencang. Ia menghentikan langkahnya dan tidak ikut berlari bersama Ji Liuli, lalu dengan sedikit tarikan lembut, ia menarik kembali Ji Liuli yang sudah berlari dua langkah ke dalam dekapannya. "Kita sudah sampai. Pintu inilah yang menjadi pintu masuk ke sarang utama."
Dengan kedua tangan menopang dada Yelu Qing, Ji Liuli berusaha keras meredam rasa pusing dan sedikit mual yang muncul akibat menubruk dada pria itu. Ia menatap bingung ke arah dinding di depannya yang sama sekali tidak berbeda dari dinding-dinding lainnya. "Yang ini?"
"Benar." Yelu Qing mengangguk, lalu mengulurkan jarinya menunjuk ke arah bagian dinding di sampingnya yang digambari seekor kupu-kupu berwarna merah muda, memberi isyarat kepada Ji Liuli untuk menekannya. "Tekan di sini."
Ji Liuli menuruti perintah itu dan menekan bagian dinding yang ditunjukkan oleh Yelu Qing. Benar saja, begitu didorong pelan oleh Ji Liuli, dinding tersebut langsung terdorong masuk ke dalam.
Seiring dengan amblasnya mekanisme dinding tersebut, dinding yang tadinya tampak biasa saja di hadapannya dan Yelu Qing terbelah menjadi dua dan perlahan terbuka ke kedua sisi.
Ji Liuli benar-benar dibuat ternganga hingga rahangnya hampir jatuh melihat pemandangan di hadapannya.
Bagaimana ya mengatakannya, sarang yang berada di dalam tanah ini sama sekali tidak tampak berbeda dari pemandangan di atas permukaan tanah.
Bagian atas sarang memancarkan cahaya biru yang lembut. Jika diamati lebih dekat, cahaya biru tersebut berasal dari batu-batu bercahaya berwarna biru muda. Jumlah batu bercahaya yang sangat luar biasa banyak itu berkumpul di langit-langit sarang, menerangi seluruh ruangan di bawahnya hingga tampak bagaikan langit di dalam perut bumi.
Pohon-pohon dan gubuk-gubuk kecil dengan berbagai macam gaya arsitektur berdiri kokoh di bawah langit buatan yang tersusun dari batu-batu bercahaya tersebut, membentuk sebuah perkampungan kecil yang tampak padat penduduk.
Para pemuda tampan berjalan berkelompok dua atau tiga orang sambil tertawa dan berbincang-bincang. Sesekali, saat berpapasan dengan kelompok kecil lainnya, mereka akan saling menyapa dengan ramah, lalu bergabung menjadi kelompok yang lebih besar untuk bersenang-senang bersama.
Ini... sarang ini benar-benar menyerupai sebuah negeri yang damai dan harmonis, sementara Yelu Qing adalah satu-satunya raja di negeri tersebut.
"Sungguh luar biasa." Entah apa yang sedang dikaguminya, Ji Liuli dengan mulut ternganga melompat ke kiri dan ke kanan, ingin sekali melompat ke tempat yang paling tinggi agar dapat menikmati seluruh pemandangan di dalam sarang tersebut sepuas-puasnya.